Pandemi Oh Pandemi (Bagian 1)

I’ll write this in Indonesian first, hopefully I’ll write it in English soon. 🙂

Nggak berasa, bulan pertama di tahun 2021 ini udah mau berakhir aja. Jadi pengen flashback tahun 2020 selama pandemi ngapain aja. Untuk jadi catatan sendiri, atau siapa aja yang kebetulan baca postingan ini. Terus terang, gue ngerasa tahun 2020 sangat cepat berlalu. Setuju nggak sih? Gue nggak tau sih itu pertanda baik atau buruk. Gue bagi beberapa poin dan detail ceritanya masing-masing. Latihan lagi untuk mengingat dan menuliskan apa yang udah gue lakukan.

1. Kerja – Sebelum pandemi, gue kerja dari Senin sampai Jumat, sebagai guru Bahasa Inggris. Sesekali ada kelas tambahan atau acara kerjaan di hari Sabtu. Begitu masuk pandemi, kelas berubah menjadi online. Itu pun baru mulai sekitar awal April, dan belum semua murid langsung mau ikutan kelas online tersebut. Penyesuaian dari kelas yang fisik ke online memang perlu waktu untuk semuanya, ya murid, ya guru, juga orangtua. Gaji di bulan pertama pandemi masih dikasih 100% sama bos, tapi bulan-bulan selanjutnya mulai ada potongan. Karena gue kerja dari rumah, jadi anggap aja potongan itu sebagai pengganti pengeluaran untuk transport yang memang nggak perlu. Semakin lama jadi mulai terbiasa dengan alur kerja dari rumah ini, gimana ngatur waktu untuk mempersiapkan kelas, gimana caranya murid menikmati kelas, dsb. Sama seperti sebelum pandemi, ada kalanya bertemu murid baru, atau harus say goodbye ke murid lama yang mau udahan.

2. Beres-beres rumah – Karena di rumah aja, gue jadi punya banyak waktu untuk hal lain di rumah. Selain kerja, yang pasti beresin rumah dong. Di awal-awal pandemi, gue sampai punya catatan kerjaan yang mesti dilakukan, soalnya bukan hal yang biasa. Bukan cuma cuci piring, cuci baju, ngelap dan ngepel gitu. Gue sampai punya daftar kapan gue ngelap tangga, ngelap pintu kamar mandi hahaha apa lagi yaa… lupa, pokoknya hal-hal kecil, biar gue ceritanya punya banyak daftar things to do gitu hahaha… Oh iya, gue jadi punya banyak waktu untuk mulai lagi sortir barang-barang di rumah. Sejak ibu gue meninggal di September 2019, terus terang kerjaan untuk sortir barang di rumah belum kelar. Iyess, I know. Jadi ngapain aja gue gitu kan? Trust me, there were sooo many things to sort out. Misalnya, ibu gue simpan baju itu buanyaaaaak banget. Dan gue sebelum mendonasikan baju-baju itu, gue cuci atau laundry dulu. Dan itu pun makan waktu. Bahkan sampai gue nulis postingan ini, semuanya masih dalam proses. Udah mulai kardusin baju-baju yang udah ready dan siap di-paxel. Rombongan yang mau di-laundry? Masih banyak di lemari. Tapi gambarimasu aja, semangat!!!

3. Berjemur – Ini satu kebiasaan baru yang muncul karena adanya pandemi. Kamar gue di lantai atas, dan kebetulan ada teras di samping kamar yang dipakai untuk tempat cuci dan jemuran. Perfect. Bangun tidur, cuci muka, langsung berjemur barang setengah jam. Sambil main game haha…

Ini pemandangan kalau gue sedang berjemur. Not the most beautiful view, tapi tetap gue syukuri. Nggak usah repot keluar rumah untuk dapat matahari.

Bersambung ya…

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s