Pengalaman Jadi Guru di EF (Bagian 2)

Mungkin gue bagi beberapa bagian yang menjabarkan concern gue selama gue jadi guru di EF. Semua berdasarkan masa waktu kerja gue yang sebentar di sana ya.

  • Tingkatan Bahasa Inggris – Menurut gue level Bahasa Inggris untuk bisa diterima sebagai guru di EF lumayan ya. To be honest, I am not that familiar with this, tapi kalau nggak salah namanyaΒ Common European Framework of Reference for Languages, dan paling nggak hasil tes kamu setara B2, upper intermediate lah ya. Maaf kalau salah. Silahkan dikoreksi. Gue sendiri lupa hasil tes gue apa haha…
  • Training – Kalau lulusan pendidikan guru Bahasa Inggris mungkin pelatihan atau training hanya sekedar memperkenalkan metode yang dimiliki EF, supaya seorang guru familiar, cukup ya. Tapi kenyataannya, nggak semua calon guru EF sudah berpengalaman mengajar, terutama pegang kelas. Istilahnya classroom management. Karena memang mereka nggak mengharuskan seseorang yang apply jadi guru berpengalaman dalam mengajar. Jadi, ekspektasi gue adalah mendapat proper training. Yang sayangnya, nggak gue dapatkan. Training sih ada, di cabang tempat bekerja, di-tentir oleh guru yang lebih senior, dan juga langsung ada observasi dan co-teaching dengan guru lain di kelas, yang di-review oleh Senior Teaching Manager. Yang menurut gue, amat sangat nggak cukup. Jadi begitu dicemplungin langsung ke kelas beneran, sempat bingung juga.
  • Materi pelajaran – Sebetulnya di EF, semua materi kelas sudah ada, dan kita hanya perlu membaca, memahami yang kemudian mewujudkannya dalam bentuk lesson plan. Yang ternyata tidak semudah itu pada kenyataannya. Membaca dan memahami aja gue perlu waktu. Belum lagi, gue pikir gue mengerti, ternyata pada aplikasinya di kelas, semuanya berubah total. Apalagi untuk kelas anak-anak yang cilik-cilik. Ini gue kerepotan banget.
  • Jam kerja/Beban kerja – Ketika mulai kerja, dikasih berapa jam gue akan mengajar, berdasarkan jumlah jam pelajaran kelas yang bakal gue pegang. Karena sebagian kelas dimulai siang menjelang sore, jadi gue nggak harus pagi-pagi buta berangkat kerja. Sebetulnya ini gue suka. Pulang malam nggak masalah. Hanya, kerja dari Senin sampai Sabtu. Gue tau, banyak tempat kerja lain juga yang mengharuskan ini. Tapi gue merasa berat juga harus bekerja dari Senin sampai Sabtu. Ditambah beban kerja. Gue yang nggak sepenuhnya siap dengan kelas yang banyak dan persiapan yang matang, jadi kecapekan sendiri. Selama hidup gue, baru waktu kerja di sini gue yang pilek batuk tiap bulan. 😦 Dan di masa awal kerja pun, gue harus menolak untuk meng-cover satu kelas karena gurunya nggak masuk. Karena ya alasannya sesimpel: gue nggak siap. 😦
  • Gaji/Kontrak kerja – Ini dua hal gue jadikan satu aja ya. Gue kerja tentunya nggak munafik, ingin cari penghasilan. Tapi nggak cuma itu, gue pilih kerjaan ini karena gue mau sesuatu yang bisa gue suka, jadi hidup happy terus ya nggak?! πŸ™‚ Gue tau jadi guru kan nggak ngarep kaya ya, bahkan di negara maju pun. Tapi gue akui, gaji guru di EF itu tampaknya cocok untuk fresh graduate. Atau, kalau kamu rumahnya dekat dengan cabangnya. Naik gojek 10 menit lah, boleh deh. Kenaikan gaji di cabang tempat gue kerja, hanya terjadi setelah setahun kamu kerja di situ. Kalau kamu keluar kerja sebelum setahun, kena penalti 1x gaji. Kecuali setelah probation period kamu nggak lulus ya. Udah gitu, kamu tidak diperkenankan kerja yang sama di tempat lain, termasuk misalnya kasih kelas privat. Masuk akal, mungkin mereka takut metodenya dipakai di tempat lain. Tapi ya jadi kalau kamu kerja di situ, ya penghasilan mengajar kamu per bulan itu aja udah. Kecuali kamu ngajar ngaji atau les matematika, beda kan. Kerja dari Senin sampai Sabtu, pas Sabtu kelar itu pun udah jam 3, mau ke tempat lain bawaannya pergi nggak, pergi nggak, trus nggak jadi, akhirnya pulang haha… itu gue sih.

Gue lulus probation period selama 3 bulan. Yah prestasi lah. Teman yang di sebelah meja gue nggak. 😦 Tapi setelah dinyatakan lulus, gue sambil memberikan surat pengunduran diri gue. Jadi gue kerja selama 4 bulan, di mana bulan yang terakhir gue nggak digaji, karena harus bayar penalti haha… Orang adminnya sempat bilang ke gue: ‘Sayang mbak, tunggu aja sampai dapat THR’. Duh, sayangnya gue cinta badan gue.

However, there were for sure good stories during my time in EF. I’ll share with you next time. πŸ˜‰ Thank you for reading. ❀

12 thoughts on “Pengalaman Jadi Guru di EF (Bagian 2)

  1. Haloo mbak.

    Terima kasih sudah menulis ini.

    Saya juga baru mencoba bekerja sebagai pengajar (walau bukan di EF) dan concernya mirip sekali dengan yang mbak tulis di sini, mulai dari gaji sampai jam kerja, tidak boleh bekerja di luar pekerjaan utama, dan ditambah dengan harus menyiapkan materi sendiri. Kadang saya mikir apa saya yang greedy dan gak bersyukur ada pada posisi ini saat pandemi (sorry, made this comment more like a β€˜curcolβ€™πŸ˜…)

    Pengalaman mbak menambah perspektif baru untuk saya.
    Thanks again.

    • Halooo juga… makasih curcolnya hehe… Btw, kerjaannya bikin happy nggak? Sudah taraf menggangu atau bikin gerah nggak? Kalo gue udah mengganggu kesehatan, itu yg bikin gue prihatin, dan gak happy gitu jadinya. Tapi ada juga sih yg bikin happy. Di blogpost selanjutnya. πŸ™‚

      • Sejauh ini, saya masih senang dengan kegiatan utama mengajarnya mbak. Yang membuat saya kurang nyaman di kebijakan manajerial. Sebagai guru baru saya diminta mengajar lebih banyak kelas sementara saya gak punya kesanggupan untuk itu dan pihak manajemen pun gak bersedia untuk kompensasi kelebihan beban. Saya juga gak nyaman dengan cara manajemen handle karyawan selama pandemi, walaupun bisa saya pahami bahwa semua pihak masih kagok dengan peristiwa ini.
        Anyway thanks for sharing and listen to my rant πŸ€—.

  2. Mbak Nelda, boleh tanya sy dengar EF ada penalti hrs bayar gaji klo putus kontrak. Apa boleh alih alih bayar kita mintanya bisa kerja Tanpa dibayar?

      • Klo 30 contact hour artinya berapa jam ya? Trus katanya hari kerja nya ditentukan center director Dan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan? Sy apply di 1 center, tapi kata mrk utk offline emang ditempatin di tempat yg sy apply, tapi sy akan ditugaskan jg utk kls yg online yg di center-center pain di luar kota.. Apakah memang seperti itu cara nya ef ya?

  3. Halo kaka aku ada tawaran masuk EF nih kmrn ,sudah lolos tahap intervew tinggal tahap demo lesson nya aja. Klo boleh tau gaji sebulan di EF brapa ya kak ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s