Business Class For Free – Bagian 3 (Selesai)

Kalau dikaitkan dengan tulisan Muhammad Assad di bukunya Notes From Qatar, di mana dia bercerita apa yang dia lakukan sehingga mendapatkan ‘keuntungan’ untuk di-upgrade ke Business Class, rasanya pengen juga gue merunut, apa sih yang gue lakukan sebelum hal ini terjadi. Sayangnya gue nggak ingat sama sekali. 😀

Pengalaman ketiga kali di-upgrade ke Business Class buat gue terjadi di Jakarta, ketika mau balik ke Norwegia di musim panas tahun 2016. Begitu boarding pass ditahan, gue udah mengira sih. Senangnya, dibanding dua rute sebelumnya, inilah rute terpanjang. Dari Jakarta ke Dubai ini kurang lebih 8 jam. Lumayan juga bisa mengalami 3 rute yang berbeda.

Yang gue perhatikan adalah kejadian upgrade ini terjadi biasanya saat pesawat cukup ramai penumpang. Dua pengalaman sebelumnya gue terbang di masa liburan Natal, lalu dilanjut liburan Paskah. Kali ini musim liburan di musim panas di bulan Agustus. Dan biasanya yang dapat upgrade adalah orang yang bepergian sendirian. Karena gue selalu sendirian, ketiban rejeki lah. Ya tak?

Di pengalaman pertama, di sebelah gue duduk mbak-mbak orang Filipina. Pengalaman kedua, bapak-bapak orang Norwegia, dan kali ini mas-mas yang kemungkinan orang Timur Tengah, kalau dilihat dari mukanya. Semuanya baik-baik aja. Seorang mas-mas kulit hitam yang duduk di sebelah gue setelah aisle, kelihatannya senang sekali bisa di-upgrade ke Business Class. ‘Nggak apa-apa mas, waktu pertama kali gue juga seneng banget, sampai kepikiran nggak mau tidur haha…’

Ternyata gue ketemu beberapa foto yang gue ambil waktu penerbangan di kelas bisnis yang terakhir. Disediakan taplak meja gitu dan serbetnya. Ini untuk makanan pembuka. Maaf fotonya kurang bagus dan tajam.
Kalau nggak salah ini pesanannya namanya coconut rice. Entah kenapa ketika baca menunya, gue kepikiran itu bakal nasi uduk hahaha… gagal total.
Lupa ini makanan penutupnya apa yg gue pesan. Yang jelas, yang paling berkesan waktu penerbangan di kelas bisnis pertama kali, something cake with date gitu, dan itu enaaakkk banget, gue sampai harus mengatakannya ke pramugarinya. Alhasil pramugarinya nawarin gue apa mau tambah. Gue tolak soalnya udah kenyang banget waktu itu, enakkk banget tapi kenyaaang, nggak muat… hahaa… Doyan bukan berarti mengorbankan badan ah…

“On behalf of Neldasjourney, I’d like to thank you for joining me on this post and I am looking forward to seeing you on board again in Business Class in the future. Have a nice day!” 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s