Ke Jepang Lagi

Jadi ceritanya, sejak pulang ke tanah air tahun lalu, gue baru sekali travelling. Seminggu sesudah sampai di Jakarta, kan gue sempat nonton konser di KL, baca deh EXOrdium Concert in KL dan juga mampir di Singapore, tapi sempat bermasalah, uff, udah baca belum? At The Immigration & Checkpoints Authority of Singapore (Part 1)

Tahun ini mulai berasa deh kepengen jalan-jalan lagi. Pilihan pertama ya Jepang. Sudah 3 tahun aja, sejak gue pertama kali ke Jepang. Ada ringkasan kisah gue di Jepang di tahun 2015, mulai dari Japan The Journey.

Ada beberapa pilihan waktu ke Jepang yang menarik gue. Musim panas di bulan Agustus karena ada A-Nation, acara musik, atau musim gugur di bulan Oktober, karena ada Tokyo International Film Festival. Tapi apa daya, tiket pesawat yang cuma sibuk diliatin tanpa dibeli, harganya pun niscaya akan naik. Jadi, gue pun membeli tiket di bulan Januari yang pastinya bakalan dingin, mengharap, ya udah deh, main ski ajaaa… 😀

Ternyata, Air Asia berencana lain. Gue beli tiket di bulan Juli. Ketika di bulan Agustus, gue dapat SMS dan e-mail dari Air Asia yang memberitahukan adanya perubahan dengan tiket gue. Refund bukan pilihan buat gue, karena memang gue pengennya pergi, bukan dapat duit balik. Untuk tiket ini gue hanya menghabiskan sekitar 3 jutaan saja termasuk beli 1 bagasi untuk rute pulang. Makanya gue nggak pengen refund lah. Mending ganti tanggal banget. Gue lalu pilih ganti tanggal keberangkatan sebelum akhir September.

Ketika tiket di tangan, gue pun mulai mengumpulkan dokumen untuk kirim aplikasi visa. Awalnya mau bikin visa lewat agen tour travel, ternyata gue ada waktu cukup untuk pergi ke VFS di Jakarta. Kalau untuk persyaratan bikin visanya, baca di sini ->Visa Jepang. Ketika sampai di VFS di Lotte Avenue, jadi tau bedanya dengan lewat agen cuma sekitar 100ribuan saja haha… kebetulan ada biaya tambahan karena gue minta mereka kirim pakai kurir kalau proses visanya sudah selesai. Ya nggak apa-apa juga sih. Biar taulah proses bikin visa ke Jepang di tempat yang baru. Terus terang, selama ini gue selalu urus sendiri bikin visa kemanapun.

Singkat cerita, berangkatlah gue Jumat malam itu dari terminal 3 yang baru. Akhirnya merasakan juga masuk ke dalamnya hahaa norak bet. Esok paginya sampailah gue di bandara Narita. Alhamdulillah perjalanan lancar, begitu pula dengan urusan pengecekan paspor. Dengan berbekal Javamifi untuk koneksi internet, gue langsung kontak teman Jepang gue, Maiko. Seperti janji, Maiko muncul sekitar jam 10. Kami pun langsung menuju mobil, di mana suaminya, Junichi, sudah menunggu. Berangkatlah kami ke rumah mereka di Chiba. Oh ya, bandara Narita kan lokasinya di Chiba prefecture.

Rumah Maiko dan Junichi ini tipikal Jepang banget. Dengan pintu-pintu besar yang harus dibuka semua supaya udara masuk, duduk di lantai, dan tidur gue pun pakai futon, kasur Jepang itu loh. Gue datang kali ini masih musim panas, jadi cuacanya sebelas dua belas dengan di Jakarta. Ketika tidur malam, gue ditemani kipas angin, dan sempat kegerahan juga hehee…

Bersambung ya…


Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s