Lebaran Oh Lebaran…

Maaf ucapan dan ceritanya telat nih teman-teman. Tanpa mengurangi rasa hormat saya mau mengucapkan bagi yang merayakan: Selamat Hari Raya Lebaran! Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diridhoi Allah SWT. Amiiin… Mohon maaf kalau ada kata-kata di blog ini yang menyinggung. Maaf kalau ada kata-kata, foto-foto maupun lagu-lagu yang kurang berkenan, harap dilewatkan saja πŸ™‚

Lebaran kali ini adalah lebaran keempat saya jauh dari keluarga. Tahun 2002 di Norwegia, tahun 2004 di Wales (UK), tahun 2005 di London (UK), dan tahun 2011 kembali di Norwegia.

Pertama kali saya lebaran jauh dari rumah, tahun 2002, pagi-pagi mau ke mesjid, masih gelap gulita. Kebetulan saat itu Ramadhan jatuh di musim dingin, mulai bulan November-Desember kalau nggak salah. Nunggu bis di halte, nangis sendiri, soalnya baru pertama kali lebaran sendirian. Takbiran sendiri. Saya ke mesjid, berharap denger takbiran. Begitu sampai di mesjid di kota, sedih juga, ternyata takbirannya beda! hikss… Yang berkesan ya lama waktunya berpuasa, secara musim dingin, jadi yang saya ingat, sahurnya sekitar jam 7 pagi, dan jam 3 sore sudah bisa buka, yippiii…jadi karena saya maruk (maaf), saya langsung makan besar begitu buka. Dan begitu waktunya makan malam dengan orang-orang rumah saya (jam 16.30), saya ikutan lagi huahahaha (dasaaar)

Lebaran kedua jauh dari rumah, tepatnya di Wales. Ini Ramadhan paling gak berasa puasanya, secara karena harus berpindah-pindah, dan saya jadi puasa hanya setengah bulan. Itu juga gak khusyu kayaknya puasanya. Lagi bermasalah ama kerjaan, dan mencoba mencari tempat bertumpu yang baru, jadi saya harus kesana kemari. Untungnya beberapa malam sebelum lebaran, ketemu orang Malaysia di jalan, dan dia mempersilahkan saya datang ke rumahnya. Jadilah makanan melayu saya dapatkan di malam lebaran, juga esoknya setelah sholat Ied. Siang setelah sholat Ied, saya harus pergi lagi naik bis, menuju tempat selanjutnya. Benar-benar nomaden, namun masih bersyukur masih bisa merasakan suasana lebaran πŸ™‚

Kali ketiga, saat saya tinggal di London. Puasa ya seperti biasa heboh sendiri. Saat itu ada teman orang Indonesia yang kebetulan tinggal nggak jauh dari rumah saya, jadi bisa dicapai dengan berjalan kaki. Karena dia punya anak kecil, jadilah dia nggak ikutan sholat Ied. Oh ya, saya juga sempat ikutan berbuka puasa di KBRI, tapi penuh bangeeet…sholat tarawih sampai empet-empetan. Jadi saya berpikir, nggak kepengen sholat Ied disana. Jadi pilihan saya jatuh ke mesjid dekat apartemen teman saya. Ujug-ujug datanglah saya ke mesjid yang ditunjuk teman saya. Saya berdiri di depan gerbang mesjid. Tapi saya nggak melihat ada perempuan yang masuk kesitu. Lalu ada seorang wanita naik mobil, saya tanyalah ke dia. Yupsi, sholat Ied-nya khusus untuk laki-laki ajaaa…(oh, baru tahu ada sholat Ied hanya untuk laki-laki). Jadi ya saya gak ikutan sholat Ied deh.

Dan ternyata kali keempat, tahun 2011 ini, saya lagi-lagi nggak ikutan sholat Ied. Ceritanya, karena saya tinggal di antah berantah, saya bergantung pada yang namanya transport. Kalau transport telat, ya sudahlah. Dan bis berikutnya bakalan sampai di kota setelah waktu sholat Ied. Untungnya toh sholat Ied nggak wajib. Jadi alih-alih ke mesjid, saya sms teman saya yang tinggal di kota. Kita ketemuan untuk makan siang. Karena lebaran, saya ditraktir deh, assssiiiikkk… Walau nggak ada ketupat dan opor ayam, makan roti beserta salat, keju, buah zaitun dan udang segar, enak jugaa… apalagi gratisss… Tadinya mau lanjut makan es krim, tapi tempat kami beli es krim terakhir kali, lagi nggak jualan es krim hari itu, jadinya kami beli cake, dan saya pilih cake coklat, nyam nyam… Karena cuaca lumayan cerah (cerah bukan berarti hangat ya, tetap sejuuuk alias dingin), kami duduk di luar. Pemandangannya? Itu ada mahasiswa-mahasiswa lagi ada permainan gitu sepertinya (sepertinya team building game gitu), jadi mereka sampai harus copot baju, sampai tinggal (maaf) celana dalam aja buat yang cowok, dan celana dalam plus beha buat yang cewek. What a view…(untung udah gak puasa, hahaha…naughty comment :P)

Oh ya, buat yang penasaran, bulan puasa di bagian bumi ini kali ini udah mulai masuk musim panas, yang berarti matahari terbenamnya semakin malam. Hari pertama berpuasa tanggal 1 Agustus, saya mengalami berbuka puasa jam 22.15 waktu setempat. Serunya, saya lagi nonton konser yang mulai jam 9, jadi buka puasa di tengah-tengah konser. Minum aja dulu… Dan pengalaman bertemu gitaris band yang konser itu sorenya, baca How I Spent My Holidays Part 2, ternyata bikin awal Ramadhan semangat banget! hihihi…Alhamdulillah cuaca disini membantu sekali, yaitu angin sepoi-sepoi. Nah, kalaupun lagi hangat, angin sepoi-sepoi tadi bikin gampang buat tidur hehe…Alhasil saya memang banyak tidur di siang dan sore/malam hari menjelang berbuka. Alhamdulillah teman-teman kerja saya sangat kooperatif dan menghargai, jadi kalau saya tidak ikutan makan bareng, mereka maklum.

Sedih juga ketika satu kali sms teman saya di Indonesia, dia bilang Ramadhan kali ini pointless. Saya merasa Ramadhan kali ini cukup berisi, walaupun saya berpuasa sendiri, sholat sendiri, tarawihan sendiri, nggak sempat khatam Quran, bahkan melewatkan sholat Ied. Dan di Ramadhan ini pula saya mulai fokus pada goal-goal yang saya buat. Hidup ini harus lebih hidup! Yang terpenting, saya juga sering berkomunikasi dengan orang tua dan kakak-adik saya.

Sekali lagi, mohon maaf lahir dan batin. Insya Allah, jika diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadhan tahun depan, jadikan lebih baik! Amin.

Advertisements

6 thoughts on “Lebaran Oh Lebaran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s