Renungan 21Feb

Beberapa waktu yang lalu saya pulang naik bis, dan saat itu hujan deras sekali. Saya beruntung sekali dalam keadaan hujan deras begitu, saya berada di dalam bis, yang berarti terlindung dan kering. Ketika bis berhenti di lampu merah, saya sempat melihat 2 anak perempuan yang masih berusaha menghampiri mobil yang berhenti, untuk ngamen atau kecrek-kecrek dikit gitu supaya dapat uang. Sempat terbersit: Duh, hujan-hujan gini kok masih keliaran, kok nggak pulang.

Hanya beberapa detik kemudian saya berpikir. Saya hanya ingin pulang. Enaknya istirahat di kamar sendiri, setelah seharian bekerja. Tapi…apakah 2 anak perempuan tadi mempunyai kamar senyaman kamar saya? Kalau rumah? Adakah yang kurang di rumah mereka, sehingga mereka lebih memilih untuk hujan-hujanan di luar daripada berteduh di rumah? Aduuuuh…sedih aaaah….

Lanjut ke cerita selanjutnya aja…
Saya dapat cerita dari salah satu teman. Cerita ini tentang satu pejabat daerah, sebut saja si Kepala, yang dimutasi hanya setelah 1 minggu dilantik. Apakah dia korupsi? Bagus, kalau begitu, berarti koruptor cepat ditindak. Nyatanya bukan. Hanya karena satu program yang memberikan si Kepala ini kesempatan ke luar negeri, dan ada pihak yang tidak terima, sehingga terjadilah keputusan tersebut.
Yaelaaaah…bikin emosi jiwa banget tuh…Nggak heran muka teman saya ini sering banget kelipet, karena ternyata ngurusin hal-hal seperti ini, yang memang bikin keriput nambah.

Oke, cukup 2 cerita saja hari ini 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Renungan 21Feb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s