Brideshead Revisited – Screened in Jakarta, Surabaya and Banda Aceh

Foto diambil dari website resmi film

BRIDESHEAD REVISITED

UK.2007.Drama.133.English

Director: Julian Jarrold

Cast: Emma Thompson, Ben Whishaw, Matthew Goode, Hayley Atwell, Michael Gambon

Jakarta, 8 Nov, pukul 17.00/Istituto Italiano di Cultura, Jl. HOS Cokroaminoto 117, Menteng, Jakarta, Tel. 021-3927531-32

Jakarta, 10 Nov, pukul 19.00/Goethehaus, Jl. Sam Ratulangi No. 9-15, Menteng, Jakarta, Tel. 021-23550208

Surabaya, 13 Nov, pukul 19.45/CCCL Jl. Darmokali 10, Surabaya 60265, Tel. 031-5678639

Banda Aceh, 29 Nov, pukul 19.00/Europe Haus, Jl. Jend. Sudirman 59 Geuceu Iniem, Banda Aceh 23239, Tel. 0651-41655

Sebuah kisah tentang cinta terlarang dan hilangnya kepolosan dalam era keemasan menjelang Perang Dunia ke-II, seiring dengan semakin memudarnya wibawa kaum aristokrat. Film ini meraih Penghargaan Satelite untuk tata busana dari International Press Academy dan melanjutkan komitmen British Council untuk menghadirkan film-film Inggris peraih penghargaan yang menggambarkan aspek fesyen dan gaya hidup yang kuat.Film ini disutradari oleh Julian Jarrold, peraih nominasi BAFTA yang membuat film BECOMING JANE (2007, menampilkan Anna Hathaway); KINKY BOOTS (2005, dinominasikan untuk Golden Globe Award); dan film untuk TV yang diadaptasikan dari karya Charles Dickens, GREAT EXPECTATIONS (1999)

Tahun 1925, di Universitas Oxford, Charles Ryder (Matthew Goode, MATCH POINT, THE LOOKOUT) berteman dengan Sebastian Flyte (Ben Whishaw, PERFUME: THE STORY OF A MURDERER), sosok flamboyan dan tragis yang merupakan putra bangsawan Marchmain (Michael Gambon dan peraih penghargaan Academy Award, Emma Thompson). Sebagai “orang luar”, Charles yang berasal dari kelas menengah dibuat terpesona oleh kemegahan dan kegemerlapan istana keluarga Marchmain di Brideshead. Charles pun jatuh cinta pada Julia, kakak Sebastian yang cantik. Namun, hubungannya yang semakin mendalam dengan putra-putri Marchmain menghadapkannya pada kekakuan keluarga bangsawan tersebut — yang bersumber pada kekukuhan mereka terhadap kepercayaan dan cita-cita kaum atas.

Film ini merupakan adaptasi dari novel Evelyn Waugh yang dinobatkan majalah Time sebagai salah satu dari seratus karya sastra berbahasa Inggris terbaik dari 1923 hingga sekarang. Bukan suatu kebetulan bila film ini juga meraih berbagai pujian untuk seni peran maupun tata artistiknya, yang menggaris-bawahi peran disain dan fesyen dalam penggambaran kelas atas dan menengah Inggris.

Karya ini mencerminkan sebuah zaman saat gaya hidup masih terkait erat dengan kelas sosial dan gaya hidup –di mana mengenakan setelan yang tepat untuk menghadiri sebuah makan malam bisa sama pentingnya dengan keyakinan seseorang tentang agama atau perbedaan kelas. Seperti ditulis majalah Interview, kini pun BRIDESHEAD “Terus menjadi acuan bagi para perancang busana dan pencinta segala yang berbau Inggris.”

“Dibuat dengan indah dan diperankan dengan baik,” tulis Roger Ebert di Chicago Sun-Times; BRIDESHEAD REVISITED merupakan film epik nan romantis yang sepenuhnya diproduksi di tempat di Oxford, Yorkshire, Venisia, dan Maroko.

2008 – Best Costume Design – Satellite Awards

2008 – Nomination for Best Cinematography, Best Art Direction, Best Production Design, and Best Supporting Actress – Satellite Awards

2008 – Nomination for Best Supporting Actress – British Independent Film Award

2009 – Nomination for Outstanding Film in Wide Release – GLADD Media Awards

18+

Advertisements

2 thoughts on “Brideshead Revisited – Screened in Jakarta, Surabaya and Banda Aceh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s