Britons I love the most

Hahaha…sempet aja nih kepikiran bikin tulisan ini. Sekalian nostalgia, sekalian cerita-cerita, sekalian promosi Inggris πŸ˜›

Ada beberapa kriteria dari saya sendiri untuk bisa masuk kategori ini *lah iya lah, wong ini bikinan saya sendiri toh?:)*

Yaitu –> Saya suka apa yang mereka kerjakan dan paling tidak saya punya buku atau DVD-nya hahaha… cetek banget yah? πŸ˜€

First and foremost: Jamie Oliver


Pertama kali saya kenal Jamie *biar terdengar akrab :D* adalah ketika saya tinggal di Norwegia tahun 2002. Di rumah kami, di dapurnya, house father saya menaruh beberapa buku masak yang bisa dibaca-baca ataupun dicontek. Salah satu bukunya adalah buku Jamie Oliver. Karena saya masih pemula dalam urusan memasak, saya belum bisa ikutan gaya Jamie. Tapi saya sudah mulai excited urusan dapur ini. Begitu ada acara TV-nya Jamie, saya pun nonton.

Nggak ayal lagi, ketika tinggal di UK, Jamie was just around the corner *walau saya masih belum punya kesempatan bertemu atau sekedar lewat rumahnya hehehe – walau kami sama-sama di London :P*

Mengikuti acaranya Jamie di TV jadi up-to-date banget. *senaaaang*

Yang paling saya suka adalah acaranya yang cukup revolusioner, Jamie’s School Dinners, karena sangat membuka mata dan sekaligus mengkritik menu makanan yang ditawarkan di sekolah-sekolah di Inggris, yang jauh dari kata sehat. Pantesan, anak-anak Inggris berkembang jadi anak-anak yang berukuran besar dan nggak sehat 😦 Pernah dengar bahwa UK is the biggest nation in Europe? The biggest in the sense of size. Menyedihkan…

Masih banyak lagi hal-hal baik yang dilakukannya. Silahkan google atau kunjungi www.jamieoliver.com

Yang kedua: KEANE


Lagu pertama mereka yang saya kenal adalah Somewhere Only We Know. waktu itu saya masih tinggal di Wales, dan lagu itu sering berkumandang di radio-radio. Saya belum mengenal personilnya satu per satu. Tapi yang saya ingat, waktu itu Keane pernah jadi band pembuka dari konser Travis di tahun 2004, kalau nggak salah di Cardiff, dan saya sempat memotong iklannya di koran, dan menempelnya di tembok kamar saya. Kalau-kalau ada kesempatan untuk bisa nonton πŸ˜›

Ketika pindah ke London, dan punya TV di kamar sendiri, saya sempat nonton Brit Awards tahun 2005 yang menobatkan Keane, meskipun sebagai pendatang baru, penghargaan Breakthrough Award dan Best Album, kereeeen banget. Saking senengnya *berasa pacar yang menang loh hehehe* saya langsung sms satu teman di Jerman.

Yang saya ingat, lagu Everybody’s Changing tuh happening banget deh, dimana-mana, asli, secara harfiah, disetel. Saya yang ber-musim dingin di Skotlandia, kemana kaki melangkah, dengerin lagu ini. CD Keane yang pertama kali saya beli adalah single This is The Last Time (tapi saya nggak tau CD-nya kemana…hiks), belinya di Edinburgh, deuh, masih inget banget ya? πŸ™‚

Seinget saya, lagu Everybody’s Changing deh yang paling sering dipakai sebagai jingle atau sekedar soundtrack acara di TV. Sumpah, sering banget! Herannya, saya nggak bosan loh! πŸ™‚ Akhirnya saya memutuskan beli CD mereka yang Hopes and Fears lewat ebay. Second, tapi kualitas sama dengan baru. Ajiiib…

Sedihnya, saya masih belum bisa nonton konser Keane. Waktu saya tinggal di London, ada tuh Wireless Festival-nya O2. Bayarnya 35 pounds. Tapi ya itu, pertimbangannya, selain harga tiket: duh, kalo lagi di hingar-bingarnya konser, saya kebelet pipis gimana ya? Ribet banget dah… hahaha… sumpah, itu yang kepikiran πŸ˜›

Hampir lupa. Ada kata-kata Tom Chaplin yang saya inget banget ketika menerima penghargaan di Brit Awards 2005 yaitu kurang lebihnya “Tahun sebelumnya kami mondar mandir dari satu toilet ke toilet yang lain, tapi sekarang kami berada di panggung ini meraih penghargaan ini” – yang kedengaran cukup merendah.

Keane on wikipedia

Yes, the third: Sir Richard Branson


Terus terang, waktu saya tinggal di UK, saya tidak terlalu familiar dengan Richard Branson. Norak banget sih. Padahal ya produk-produk keluaran perusahaan milik Bapak ini ada di mana-mana. Dari Virgin megastore, Virgin cosmetics, sampai Virgin mobile phone dan banyak lagi. Nggak mungkin saya nggak tau.

Saya suka Richard Branson, bukan hanya karena dia pengusaha yang sukses dan tajir (pastinya), tapi kelihatannya dia seorang yang hangat dan bersahabat. Saya ingat, di acara TV Jamie’s Kitchen, dia sempat diundang untuk datang ke makan malam yang diorganisir oleh para pemagang (apprentice) untuk restoran Fifteen milik Jamie, dan bisa dilihat disitu: He is such a warm and fun person.

Dia jarang digosipin yang aneh-aneh, karena memang dia bukan orang yang aneh, maka saya jarang lihat dia di tabloid gosip hehehe…*btw, Hello ada versi Indonesia-nya ya? OMG!

Bukunya Screw it, Let’s Do it – Lessons in life saya beli di tahun 2007(yang versi Indonesia). Patut dibaca!

Yang ke-4: Peter Jones


Saya pertama kali kenal Peter Jones adalah melalui program Dragon’s Den di BBC UK. Kebetulan saya ke UK tahun 2007, lalu mengulanginya di tahun 2008. Jika ada kesempatan, saya selalu nonton acara ini. Sangat menarik.

Kenapa saya suka Peter Jones? Gampang. Soalnya Bapak ini ganteng, hehehe…standar banget yah. Dan kaos kakinya yang garis-garis itu bikin tambah ganteng hahaha…

Alhasil saya pun mulai aktif mencari, siapakah dia?
Kebetulan di UK, terakhir saya kesana tahun 2008, lagi booming banget Dragon’s Den itu. Bukan cuma melalui acara TV, para Dragons-nya pun menulis buku. Dua buku yang menarik perhatian saya adalah salah satunya Tycoon-nya Peter Jones. Salah duanya Anyone Can Do it – nya Duncan Bannatyne.

Yang saya tahu, Peter Jones punya TV, yaitu Peter Jones TV. Lalu satu hari, saya sedang berputar-putar, biasalah, naik tube (kereta bawah tanah) di London. Muncullah saya di kawasan yang mayan elite di London barat. Jederr! Tiba-tiba deg-degan, karena saya lihat Peter Jones Department Store!hahaha…norak bangets. Bagaimana kalau ketemu Peter Jones-nya langsung ya? wiiiih…

Ada nih kata-katanya beliau dari seri TV Tycoon-nya, sepertinya patut dikutip:

β€œI want to inspire people to take a risk and become entrepreneurs. I’ve handpicked a diverse group of people, not the normal suited and booted types you see in business, to show that if you’ve got a good idea mixed with passion anyone can do it. I also want to take the mystery out of making money.”

Last but not least nih…my British directors at office hehehe…silahkan dituduh penjilat. Tapi mereka memang cukup baik-baik kok πŸ™‚

*Mareta, makasih poto-potonya ya… πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s