Melek Internet

Minggu lalu saya sempat chatting dengan satu teman yang sudah lama saya tak jumpa. Ngobrol ini itu, sampai membahas satu tempat yaitu perpus (perpustakaan) British Council (BC) (yang sudah dihibahkan ke Depdiknas), yang dulunya terletak di Gedung S.Widjojo Center, yang sekarang menjadi Gedung Sequis Life, di seberang Pintu Satu Senayan. Dulu kami sama-sama hobi ke sana. Saya sendiri memulai hobi ini ketika masih di SMA. Di kepala saya saat itu, hanya berbekal membayar iuran keanggotaan tahunan (saya sudah lupa berapa ya waktu itu, 25.000 bukan ya?), saya bisa belajar bahasa Inggris tanpa harus mahal-mahal bayar ikutan les bahasa Inggris, asyik kan?!

Teman saya tadi bilang, bahwa saya-lah yang membuatnya melek internet. Wah, iya yah? Saya kok nggak ingat sama sekali, hihihi…Jadi kami online di perpus BC itulah. Saya ingat, pada awalnya perpus BC sempat memberikan fasilitas internet gratis untuk anggotanya. Lumayan, ngantri sebentar, pake deh. Karena diajari saya itulah, dia mulai melek internet. Mulai bisa chatting dengan orang luar negeri, begitu yang dia bilang. Kampungan yah? kata dia lagi. Ya nggak laaaaah… Justru mau belajar sesuatu yang baru yang berguna itu lah satu hal yang kita patut hargai, ya nggak?!:)

Advertisements

2 thoughts on “Melek Internet

  1. nice ending mbak 🙂
    aku juga berasa ngampung nih seneng banget bisa chatting ama foreigners.. tapi bodo amat maju teruus hehe. yg penting berguna 🙂 ya mbak..? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s