Debu Eslandia…

…Terus Mengharu Biru Eropa. Begitu judul artikel di harian Kompas hari ini, Minggu, 18 april 2010. Maaf, sedikit melenceng dengan Nelda’s journey. Tapi saya rasa ini menarik untuk dibahas. Ada beberapa data dan informasi dari satu artikel ini yang bisa saya komentari ya. “Dari 22.000 penerbangan di Eropa, hanya 6000 penerbangan yang beroperasi” – wiiih, masih ada yang beroperasi yah? Oooh, ingat, di tulisannya ‘di Eropa’, dan memang tidak secara keseluruhan terpengaruh, tapi sebagian besar.

“Gunung berapi di bawah gletser Eyjafjallajokul, Eslandia, meletus hari Rabu lalu dan hingga Sabtu mencipratkan debu hingga setinggi 10 kilometer ke angkasa” – belum kebayang, tapi yang pasti dahsyat banget ya.

Bukan hanya perorangan yang bingung mau bepergian karena harus menunggu kepastian berangkat yang menjadi tidak pasti, tapi juga “Marks and Spencer, jaringan supermarket Inggris, menyatakan, sayur-mayur dan buah-buahan didatangkan melalui jalur udara dan mulai waswas soal pasokan”. – Kalau ingat begini, mengambil supplier dari daerah sekitar alias lokal, pastilah sangat membantu. Saya ingat di buku-buku yang membahas go-green or save environment, dibahas mengenai banyaknya saran untuk mengambil/membeli hasil-hasil pertanian dari tempat yang dekat karena bisa menghemat bahan bakar untuk transportasi.

Ada beberapa hal menarik lainnya: “Kanselir Jerman Angela Merkel seharusnya tiba di Berlin dari kunjungan ke AS Jumat, tetapi harus terbang ke Lisabon, Portugal, hari Sabtu dan belum tahu cara untuk kembali ke Berlin”. – Hmmm, kereta yang paling keren pun tampaknya sudah dipesan habis-habisan ya. Tapi toh bagaimanapun Lisabon-Berlin bisa ditempuh melalui jalan darat. Paling tepos aja, kelamaan duduk hihihi…

Kalau kejadian ini terjadi pada saya, saya jadi berpikir, apa yang ada di benak saya ya?
Yang terbersit saat ini adalah, saya berharap 2 hal. Saya punya uang yang cukup alias banyak, dan waktu yang tidak terbatas (maksudnya tidak dikejar kenyataan bahwa saya harus kembali kerja ketika kejadian ini semua usai).
Jadi, sembari nungguin pesawat yang belum pasti kapan bisa mengudara, yah kita pakai jalan darat aja, dan mulailah berkelana, ya gak?:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s