Sekedar sharing tentang Visa

Berkaitan dengan post sebelumnya mengenai visa ke Jerman, terus terang saya sendiri baru satu kali apply visa ke Jerman, itu juga udah lama, tahun 2001, dan itu juga cuma visa transit. Ceritanya saya mau ke Norwegia, naik Lufthansa, transit di Frankfurt am Main, dan berencana mau ketemuan salah satu sahabat pena saya. Namun sayang, ketika visa sudah dibuat, teman saya nggak bisa ketemuan, dan akhirnya saya keluar airport sampai ke tengah kota sendirian aja.

Mungkin ada pertanyaan, lalu bagaimana bisa ke Jerman, Nel???

Perjalanan saya ke Jerman di tahun 2002 dan 2003 bisa terjadi, karena saat itu saya tinggal di Norwegia, yang bagian dari Schengen juga (kalau gak salah, Norwegia bergabung dengan Schengen sekitar bulan Maret atau April 2001). Jadi kebetulan di satu ‘area’, makanya saya tidak perlu visa untuk ke Jerman. Saya ingat, ketika mau pulang ke Indonesia dari Jerman, petugas di airport sempat mencari visa Jerman saya. Lalu saya tunjukkan visa Schengen/Norwegia saya. Beres deh.

Yang saya dengar dari teman ataupun baca-baca di blog orang, mendapatkan visa Schengen lumayan susah. Mungkin lebih tepatnya: ribet. Karena banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi. Saya sendiri pernah coba, ketika saya berada di UK. Karena UK bukan bagian dari Schengen, mau nggak mau, kalau mau ke Eropa daratan yang tergabung dalam Schengen, ya harus apply visa. Waktu itu saya pernah minta tolong teman saya di Jerman, sebagai pengundang saya. Wiiih…di kantor keimigrasiannya aja mesti antri lama betul untuk dapat formulirnya (baru formulirnya loh! – formulir ini bakal diisi si pengundang kita). Kudu ekstra sabar deh pokoknya… Karena saat itu saya nggak mau merepotkan teman saya, akhirnya saya banting setir untuk apply visa ke Norwegia saja.

Menurut saya, intinya, kalau apply visa ke manapun, jangan membuat kesalahan. Turuti aja apa yang menjadi persyaratan, jangan ada yang kurang. Apalagi kalau apply baru pertama kali, jangan coba-coba ada yang kurang deh… Kedutaan nggak mau repot-repot menjelaskan ke orang-orang kenapa pengajuan visa seseorang ditolak. Yang apply visa kan bisa banyak sekali, jadi kasus pun bermacam-macam, jadi mana sempat menjelaskan satu-satu? Sebetulnya kita sendiri bisa kira-kira, apa yang salah atau kurang. Kalau ditolak, jangan patah semangat, kan masih ada hari esok:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s